Sejarah Singkat Yayasan
Formulir Aplikasi
 
 
Masjid Raya Pondok Indah

17 Maret 2004



Menara Masjid Raya Pondok Indah yang berbentuk runcing dengan bulan bintang di puncaknya, sudah tampak dari kejauhan. Masjid berada di sisi jalan raya yang sibuk, menghadap pertokoan elit, Mall Pondok Indah. Di halaman depan masjid ada spanduk besar “Gebyar Ramadhan 1424 H”, berisi sejumlah aktivitas masjid menyambut Ramadhan disajikan oleh Koran Pelita.
Menara Runcing
Konsep arsitektur Masjid Raya Pondok Indah (MRPI) mengacu pada arsitektur masjid tradisional. Salah satu ciri yang banyak tersebar di pelosok Nusantara ialah beratap susun, umumnya bersusun tiga lapis. Konsep arsitektur tradisional pada Masjid Raya Pondok Indah dirancang sedemikian sehingga tercipta bentuk baru, tapi tetap mengekpresikan bentuk masjid susun tiga, serasi dan menyatu dengan lingkungan. Menara masjid setinggi 50 meter, berbentuk runcing menembus ke atas yang berujung bulan bintang, mencerminkan bentuk seberkas cahaya yang menerangi bumi. Ini melambangkan bahwa Islam merupakan cahaya penerang bagi bumi beserta seluruh alam.
Masjid Raya Pondok Indah terdiri dari 2 lantai. Lantai atas digunakan untuk ruang salat utama, sedangkan lantai bawah digunakan untuk ruang serba guna. Secara keseluruhan masjid dapat menampung 2.600 jemaah, yaitu lantai atas dan bawah.
Ruang atas, ruang salat utama terdapat dinding kiblat, tanpa ruang migrab. Bentuk ini merujuk pada Masjid Quba yang dibangun oleh Rasulullah SAW. Pada dinding mimbar dipahat kaligrafi dua kalimah syahadat. Untuk menambah keagungan masjid, sekeliling bagian atas ruang salat dipahat kaligrafi Asmaulhusna.
Masjid Raya Pondok Indah dilengkapi tempat wudu, perpustakaan, ruang kantor, gedung dan ruang jaga. Dalam pengolahan tapak, ruang-ruang itu sengaja ditempatkan di bawah permukaan tanah dengan maksud agar bangunan masjid tidak terhalang oleh bangunan-bangunan lain sehingga penampilannya menjadi lebih anggun.
Masjid Raya Pondok Indah dibangun oleh Yayasan Masjid Raya Pondok Indah, diketuai oleh H. Sudwikatmono dan didukung oleh Yayasan Pondok Indah dan PT Metropolitan Kencana Jakarta. Perencanaan pembangunan masjid dipimpin oleh Ir. H. Ismail Sofyan. Pembangunan dimulai pada tahun 1990 dan selesai tahun 1992. Peresmian masjid dilakukan pada hari Jumat 4 Desember 1992 pukul 11.00 oleh H. Sudharmono, SH (Wakil Presiden RI) dilanjutkan dengan salat Jumat.
Masjid adalah rumah Allah SWT, tempat sujud umat Islam kepada-Nya. Masjid bukan hanya sekedar tempat beribadah umat Islam, tetapi juga tempat para jamaah/masyarakat Islam belajar menumbuhkan dan mengembangkan pikiran dan rasa keagaman, baik dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT, melalui ibadah, maupun dalam rangka meningkatkan ilmu pengetahuan kesejahteraan duniawi, kehidupan beragama dan kehidupan bermasyarakat.
Untuk mencapai tujuan tersebut, maka perlu pengelolaan secara profesional yang menyatu dengan kegiatan umat Islam dan masyarakat beragama, baik dalam bidang ritual, peribadahan, pendidikan kebudayaan dan sumber informasi. Itulah yang dilakukan oleh pengelola Masjid Raya Pondok Indah.
Aktivitas Masjid
Drs. H. Ahmad Dahlan, Kepala Bidang Kemasjidan mengemukakan bahwa setiap tahun semua macam kegiatan sudah direncanakan sedemikian rupa sehingga anggaran sudah tersedia. Kegiatan atau aktivitas masjid yang menyangkut ibadah dan pendidikan antara lain: pelatihan khatib dan imam (Selasa 10.00 – 11.30), kajian tafsir (Rabu malam 18.30 – 19.30), bimbingan ibadah haji BPIH, ceramah Ahad pagi (07.00 – 08.30), pengajian bulanan, pembinaan muallaf, konsultasi agama dan keluarga serta pelaksanaan pengislaman.
“Pengajian bulanan dihadiri tidak kurang dari 500 jemaah,” jelas H. Dahlan. “Mereka datang dari sekitar masjid dan juga dari luar Pondok Indah. Penceramahnya seorang tokoh nasional dan berbentuk paket. Jika satu masalah tidak selesai dikupas atau disampaikan dalam satu pengajian, akan diteruskan dalam pengajian bulan berikutnya sampai tuntas. Sementara itu, ceramah Ahad pagi dihadiri tidak kurang dari 400 jemaah, terdiri dari bapak, ibu dan kaum remaja.”
“Selama bulan Ramadhan, “sambung H. Dahlan, “ada kegiatan buka puasa bersama dihadiri sekitar 400 orang, salat tarawih, tadarus, ceramah Ramadhan, kuliah subuh, kultum bakda zuhur, tadarus Alquran, dan iktikaf. 10 hari qiyamullail biasanya dihadiri oleh ratusan orang. Paket kajian bersama Prof. Dr. M. Qurais Shihab. Malam Nuzulul Quran bersama Dr. Din Syamsudin, MA dan pada Idul Fitri menyalurkan zakat, infaq & sodaqoh. Salat Idul Fitri bersama Dr. Komaruddin Hidayat.”
Di bidang pendidikan Masjid Raya Pondok Indah menyelenggarakan TP Alquran. Sementara, Yayasan Pondok Mulya mengadakan kerjasama dengan sekolah Yayasan Bakti Mulya dari tingkat TK – SMU dengan jumlah murid sekitar 3000 anak. Juga, kerjasama dengan Al-Azhar BSD.
“Ada juga, kita bina beberapa masjid, “kata H. Dahlan, “diantaranya Masjid Al-Khairiyah di Kembangan (Jakbar), masjid di BSD, masjid di Kosambi (Jakbar), dan masjid di Kemayoran (Kota Baru). Bentuk kerjasama dalam manajemen sebagai pengelola diserahkan kepada Masjid Raya Pondok Indah dalam masa 5 tahun. Tenaga dari sana dan dari sini di bawah manajemen Masjid Raya Pondok Indah. Alhamdulillah, usaha ini berhasil baik dan sekarang masjid-masjid itu sudah berjalan sendiri.”
Yatim Piatu dan Dhuafa
Masjid Raya Pondok Indah menyantuni 200 anak yatim piatu dari murid SD-SMU. Masing-masing anak mendapat sumbangan SPP sebesar Rp 200.000,00 - Rp250.000,00 untuk 1 semester. Sumbangan SPP diberikan dalam bentuk buku tabungan bekerjasama dengan Bank Muamalat. Jadi, tidak diberikan langsung dalam bentuk uang. Ternyata jemaah dan masyarakat amat merespon. Dana ada yang berupa zakat, ada yang sedekah, dll.
“Di bidang lain, dalam satu tahun ini sudah berjalan apa yang namanya Baitul Maal wat Tanwil (BMT), “kata H. Dahlan. “Kita salurkan dana pinjaman untuk kaum dhuafa yang disebut Dana Bergilir Dhuafa. Dana itu kita sisihkan sebagian dari zakat, ada dari sumbangan. Alhamdulillah, berjalan lancar dan berkembang. Dari dana permulaan Rp 40.000.000,00, Rp 50.000.000,00 sekarang sudah berkembang menjadi Rp 800.000.000,00. Pinjaman untuk pedagang-pedagang kecil, paling sedikit Rp200.000,00 dan paling tinggi Rp1.000.000.00. Pengembalian dicicil menurut kemampuan.”
Lembaga otonom masjid ialah Remaja Masjid Raya Pondok Indah, Ikatan Persaudaraan Haji Masjid Raya Pondok Indah (LPHI) dan Korp Mubalig Masjid Raya Pondok Indah (KOMUPIN).





     
  >> Masjid Jadi Oase di Tengah Kegersangan
  >> Miniatur Masjid Agung Demak
  >> Masjid Jami’ Sumenep yang Menawan
  >> Masjid Baitur Rahman Banda Aceh Keteduhan di Tengah Pergolakan
  >> Masjid Al Ishlah Bondowoso Makmur di Tengah Pesantren
  >> Masjid Attaqwa Manado Membina Kerukunan Kehidupan Umat Beragama
  >> Masjid Babussalam Waowala Paling Representatif di Pulau Lembata
  >> Masjid Ibnu Batutah, Nusa Dua Bali Pusat Kegiatan Masyarakat Muslim
  >> Masjid Daarun Na'iim Ambon, Maluku Pela Gandong Antar Umat Beragama
  >> Bantuan Kegiatan Da'i Transmigrasi Kerjasama Majelis Ulama Indonesia

Gemari | KBI Gemari | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra
design by
gemari.or.id
Update by Suwandi Yesaya (suwandiy@vision.net.id) 25 Sept 2003