Sejarah Singkat Yayasan
Formulir Aplikasi
 
 
Miniatur Masjid Agung Demak

17 Maret 2004



Yayasan Amal Bhakti Muslim Pancasila (YAMP), berobsesi membangun 1.000 masjid di seluruh Indonesia. Saat ini lebih 900 masjid yang sudah berdiri, beberapa dalam tahap pekerjaan dan selebihnya persetujuan. Masih lebih banyak lagi masyarakat muslim Indonesia yang antri mengajukan pembangunan masjid serupa di daerahnya.
Masjid yang dibangun masyarakat muslim Indonesia, berasal dari dana pegawai negeri sipil dan militer. Gaji yang diterima setiap bulan dipotong sebagai bagian dari amal berupa infaq dan shadaqah sehingga terkumpul dan dapat digunakan untuk membangun sarana ibadah.
Masjid yang berdiri megah dengan model dan bentuk sama di seluruh penjuru tanah air, menjadi ciri khas yang mudah dikenali. Terlepas dari tradisi dan budaya yang berkembang di masyarakatnya, masjid dibangun dengan corak masjid-masjid di Tanah Jawa.
Atap bersusun-susun menjadi ciri yang membedakan dengan bangunan di sekitarnya, apakah di kantor yang megah, di pesantren atau di kampus perguruan tinggi terkemuka. Di Tanah Sumatera, Borneo, Sulawesi, Bali bahkan Papua yang memiliki model
Masjid Agung Demak yang menjadi kebanggan masyarakat muslim sejak zaman silam, menjadi prototipe pembangunan masjid-masjid sekarang, terutama masjid yang dibangun YAMP. Pembangunannya menggunakan standar yang sama, bukan saja model dan bentuk melainkan bahan bangunan, kerangka besi baja sampai genting dan lantai terpasang. Semua material didatangkan dari Jakarta, hanya sedikit barang-barang lokal yang digunakan, terutama berkaitan dengan pematangan lahan.
Semua itu dimaksudkan untuk memudahkan pengawasan mutu bangunan. Diharapkan bangunan dapat bertahan sampai seratus tahun, untuk itu dibutuhkan material yang memiliki standar baku. Dengan demikian kondisi lahan dan lingkungan yang beragam akan sangat mempengaruhi kualitas bangunan.
Daerah pegunungan, lembah dan pesisir membutuhkan perlakuan berbeda satu dan lainya sehingga material setempat akan sangat rentan terhadap kualitas bangunan yang diharapkan. Umumnya kondisi lahan di Kalimantan berawa-rawa menuntut mendatangkan material dari luar daerah, demikian halnya dengan pedalaman Maluku, Ambon dan Papua.
Untuk membangun masjid dengan kualitas yang sama antara di Jawa dan Papua atau Kalimantan, membutuhkan kalkulasi matang. Apalagi adanya tuntutan membangun dengan material yang sama, bentuk, ukuran dan kelengkapan ornamen yang benar-benar sama. Dapat dibayangkan bagaimana mengusung genteng, besi dan semen ke pedalaman Papua. Sama sulitnya membawa material di daerah berawa-rawa di perbatasan Kalimantan dengan negara tetangga di Serawak, Malaysia.
Selain tingkat kesulitan yang lebih tinggi, juga berkaitan dengan pemilihan lokasi. Umumnya pembangunan masjid ini di lokasi yang sama sekali baru, tidak berpenghuni dan jauh dari pemukiman warga. Selain itu di kantor, perguruan tinggi dan pemukiman baru sehingga kemakmuran masjid menghadapi banyak hambatan.
Memakmurkan masjid
Pembangunan masjid menjadi sarana saja, sama sekali bukan akhir dari proses pembangunan manusia. Masih dibutuhkan pembangunan yang bukan fisik semata, melainkan pembangunan mental ruhaniyah. Untuk itu pembangunannya tidak berhenti begitu masjid sudah berdiri, pembinaan harus terus berlangsung sampai terwujudnya tatanan masyarakat muslim yang sejahtera lahir dan batin.
Pembinaan aspek manusianya menjadi lebih penting untuk dikedepankan, sebab manusia muslim yang akan menjadikan masjid sebagai sarana guna mengembangkan diri, menghambakan kepada al Khaliq. Masjid menjadi satu bagian dari sekian banyak sarana yang dibutuhkan, masjid sebatas terminal antara untuk mencapai tujuan akhir dari sebuah perjalanan kehidupan yang panjang.
Kemakmuran masjid menjadi problema besar di masyarakat muslim, ada permasalahan mendasar yang membutuhkan perhatian serius dari berbagai elemen masyarakat muslim. Ha itu akan bermakna bagi terwujudnya kembali tatanan masjid secara utuh sebagaimana pernah dilakukan Rasulullah Muhammad SAW bersama para sahabat beliau.
Membangun masjid menjadi kebutuhan yang tidak terhindarkan dari masyarakat muslim, selain sebagai sarana keberadaannya merupakan simbul bagi terwujudnya persatuan dan kesatuan masyarakat dalam bangunan Ukhuwah Islamiyah. Lebih penting dari pembangunan sebuah masjid, satu yang tidak dapat dipungkiri bagaimana membangun manusia dan masyarakat muslim agar lebih menyintai masjid sebagai bagian tak terpisahkan dalam kehidupannya.
Menghidupkan masjid dengan berbagai kegiatan kemasyarakatan dan keumatan menjadi lebih penting untuk dilakukan, mengajak masyarakat muslim berbondong-bondong ke masjid menjadid kurang bermakna. Untuk itu pengurus masjid harus kreatif mengemas berbagai kegiatan kemasyarakatan dan keumatan agar menjadikan masjid ibarat gula yang menarik perhatian semut-semut mengerubutinya.
Di tengah kegalauan generasi muda muslim dalam menghadapi kehidupan di dunia ini, ada baiknya masjid mengemas kegiatan kepemudaan yang sangat mendesak sebagai kebutuhan aktualnya. Generasi muda akan menjadikan masjid sebagai sentral kegiatan selain menjadi tempat untuk mengaktalisasikan diri menghadapi era masa mendatang yang penuh dengan tantangan.
Pengurus masjid dituntut memiliki kreatifitas yang tinggi untuk merekayasa berbagai kegiatan untuk kepentingan anak muda. Pengajian rutin yang berjalan di masjid-masjid, banyak diminati kalangan muda. Mulai anak-anak sudah terbiasa di masjid bahkan hingga anak menjadi remaja tanggung, namun ada keterputusan ketika mereka berangkat remaja dewasa.
Generasi muda realistis memandang kehidupan yang membutuhkan pemenuhan hidup berupa sandang, pangan dan papan. Masjid saja tidak akan mampu memenuhi kebutuhan aktualnya, mulailah generasi muda meluaskan langkah, menempuh kehidupan yang lebih jauh. Masjid yang awalnya menjadi basis setiap gerak generasi muda mulai ditinggalkan, hanya sekali-sekali anak muda datang ke masjid untuk keperluan dasarnya, shalat.
Padahal fungsi masjid sejak zaman Rasulullah Muhammad SAW menjadi pusat segala kegiatan kemasyarakatan dan keumatan individu muslim. Bagaimana mengembalikan fungsi itu agar tidak hilang, betapapun masjid merupakan satu-satunya tempat terhormat di muka bumi ini. Insya Allah. (djo)




     
  >> Masjid Jamií Sumenep yang Menawan
  >> Masjid Baitur Rahman Banda Aceh Keteduhan di Tengah Pergolakan
  >> Masjid Al Ishlah Bondowoso Makmur di Tengah Pesantren
  >> Masjid Attaqwa Manado Membina Kerukunan Kehidupan Umat Beragama
  >> Masjid Babussalam Waowala Paling Representatif di Pulau Lembata
  >> Masjid Ibnu Batutah, Nusa Dua Bali Pusat Kegiatan Masyarakat Muslim
  >> Masjid Daarun Na'iim Ambon, Maluku Pela Gandong Antar Umat Beragama
  >> Bantuan Kegiatan Da'i Transmigrasi Kerjasama Majelis Ulama Indonesia
  >> 22 Tahun YAMP Luncurkan Buku Masjid YAMP
  >> Membangun Tempat Bersujud Umat

Gemari | KBI Gemari | Harian Pelita | Majalah Amanah | Dradio 103.4 FM
Damandiri | Trikora | Dakab | Gotong Royong | Yastroki | Supersemar | Yamp | Indra
design by
gemari.or.id
Update by Suwandi Yesaya (suwandiy@vision.net.id) 25 Sept 2003